RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) FPIK UNDIP 2012-2015

fpik.undip.ac.id  Rencana Strategis (Renstra) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro 2012-2015 

 

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2012 - 2015

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

 

1.1.        Latar Belakang

 

Pendirian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) diawali dengan pembentukan Jurusan Perikanan pada Fakultas Peternakan melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro No. 44/1968 tanggal 8 Oktober 1968. Pada tanggal 17 Agustus 1974, nama fakultas berubah menjadi Fakultas Peternakan dan Perikanan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro No. 76/SK/UD/VI/78. Namun nama tersebut berubah kembali menjadi Fakutas Peternakan pada tahun 1982 menurut keputusan Presiden RI No: 51 tahun 1982.

Pada tahun 1985, berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 1023/D/Q/1985 tanggal 6 Juni 1985, dirintis perkembangan Program Studi Ilmu Kelautan di Universitas Diponegoro bersama lima perguruan tinggi Indonesia lainnya (Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Patimura, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Hasanudin dan Universitas Riau). Dalam perkembangan selanjutnya Undip kemudian mendapatkan Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 54/Dikti/Kep/1987, yang direvisi pada tahun 1988 dengan SK Dirjen Dikti No. 24/Dikti/Kep/1988, tentang pembentukan Program Studi Ilmu Kelautan Undip, dimana pengelolaan administrasi staf pengajar berada pada Fakultas Peternakan, sedangkan aspek akademik berada dibawah koordinasi Rektor dengan pelaksana Badan Pengelola Program Studi Ilmu Kelautan.

Pada tahun 1994, berdiri Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.0181/0/1994, tanggal 25 Juli 1994 yang terdiri dari dua jurusan yakni Jurusan Perikanan dan Jurusan Ilmu Kelautan. Dalam perkembangan selanjutnya, Jurusan Perikanan mengembangkan 4 (empat) program studi baru pada tahun 1995, yaitu:

1.         Program Studi Budidaya Perairan (BDP), berdasarkan SK. Dirjen DIKTI No. 473/DIKTI/Kep/ 1995, dengan bidang minat:

a.    Produksi Budidaya Perairan,

b.    Nutrisi dan Manajemen Pakan Ikan,

c.    Parasit dan Penyakit Ikan

 

2.         Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), berdasarkan SK. Dirjen DIKTI No. 474/DIKTI/Kep/ 1995, dengan bidang minat:

a.    Ilmu-ilmu Perairan,

b.    Hidrobiologi,

c.    Manajemen Sumberdaya Pantai

 

3.         Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP), berdasarkan SK Dirjen DIKTI No. 475/DIKTI/Kep/ 1995, dengan bidang minat:

a.    Teknologi Penangkapan Ikan,

b.    Sosial Ekonomi Perikanan,

c.    Biometrika

 

4.         Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), berdasarkan SK Dirjen DIKTI No. 620/D/T/2002, dengan bidang minat:

a.    Food science and technology,

b.    Fish science and technology

 

Adapun Jurusan Ilmu Kelautan telah mengembangkan dua (2) program studi, yaitu :

1.        Program Studi Ilmu Kelautan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 54/Dikti/Kep/1987, yang direvisi dengan SK Dirjen Dikti No. 24/Dikti/Kep/1988 dan dikuatkan dengan SK Dirjen Dikti No.195/Dikti/Kep/1995 dengan bidang minat :

a.    Pendayagunaan dan Konservasi Sumberdaya Hayati Laut

b.    Keanekaragaman Hayati Wilayah Pesisir dan Laut Tropis

c.    Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Pesisir dan Laut

d.    Bioteknologi Kelautan

 

2.        Program Studi Oseanografi berdasarkan Surat Ijin Dirjen Dikti No. 2282/D/T/2001 dengan bidang minat :

a.    Pengelolaan, Perencanaan dan Lindungan terhadap Lingkungan Wilayah Pesisir dan Laut

b.    Kajian Energi Alternatif Bahari dan Samudra

c.    Pengelolaan Dampak Lingkungan, Pencemaran dan Mitigasi Bencana Pesisir dan Laut

Pada tahun 1999, FPIK UNDIP mendirikan program pendidikan strata 2 (magister), yaitu PS. Magister Manajemen Sumberdaya Pantai (MSDP), pada tahun 2004 mendirikan program Doktor (S-3) Manajemen Sumberdaya Pantai (MSDP) dan pada tahun 2010 mendirikan magister (S-2) ilmu kelautab (IK).

Pada saat sekarang,  FPIK sedang mempersiapkan penyelenggaraan Program Magister Budidaya Perairan, dan Program Doktor Ilmu Kelautan, Program Studi (S-1) Agribusnis, serta menata organisasi pengelolaan program S-1, dengan membentuk jurusan baru untuk mengelola program pendidikan S-1, S-2 dan S-3 secara terintegrasi dalam pengelolaan jurusan.

 

 

1.2.      Landasan Hukum

Rencana Strategis FPIK UNDIP disusun dengan mengacu pada amanat:

1.    Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2.    Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

3.    Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

4.    Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.

5.    Peraturan Pemerintah Nomor 17  tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

6.    Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

7.    Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga.

8.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 65 tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Diponegoro

9.    Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.186/O/2002 tentang Statuta Universitas Diponegoro

10.  Keputusan Menteri Keuangan No. 259/KMK.05/2008 tentang Penetapan Universitas Diponegoro pada Departemen Pendidikan Nasional sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum

11.  Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005-2009

12.  Rencana Strategi Bisnis Universitas Diponegoro Tahun 2008

 

1.3.        Sistematika

Sistematika RENSTRA FPIK UNDIP sebagai berikut :

Bab I                : Pendahuluan

Bab II               : Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran

Bab III              : Kondisi Internal, Eksternal dan Analisis SWOT

Bab IV             : Strategi Pengembangan

Bab V              : Stategi Pembiayaan

Bab VI            : Penutup

 

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

 

2.1. Visi

Menjadi fakultas yang unggul dalam bidang perikanan dan kelautan pada tahun 2020

”To become an ExcellentFaculty in the field of Fisheries and Marine Science on 2020”

2.2. Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas di bidang perikanan dan kelautan,
  2. Melaksanakan penelitian dan publikasi ilmiah serta menghasilkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) di bidang perikanan dan kelautan
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di bidang perikanan dan kelautan,
  4. Menyelenggarakan tata kelola yang profesional dan akuntabel,
  5. Melaksanakan kegiatan kemahasiswaan untuk mendukung tercapainya kualifikasi lulusan COMPLETE.

 2.3. Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yang ungguldengan karakter komunikator, profesional, berjiwa pemimpin, berwirausaha, pemikir, pendidik (COMPLETE: communicator, professional, leader, entrepreneur, thinker, and educator) dan berbudi pekerti luhur serta berjiwa Pancasila  
  2. Menghasilkan penelitian, publikasi ilmiah dan HaKI.
  3. Menghasilkan ilmu dan teknologi terapan di bidang perikanan dan kelautan yang bermanfaat bagi masyarakat,
  4. Menghasilkan layanan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang efektif, efisien, dan akuntabel.       

 2.4. Sasaran

  1. Lulusan yang unggul, memiliki  daya saing nasional dan internasional,
  2. Dosen dan tenaga kependidikanmampu menyelenggarakan proses pembelajaran yang berkualitas,
  3. Sarana dan prasarana pembelajaran lengkap dan berkualitas,
  4. Dosen dan mahasiswa mampu melaksanakan penelitian, dan menghasilkan ilmu dan teknologi, publikasi ilmiah, serta HaKI di bidang perikanan dan kelautan,
  5. Dosen dan mahasiswa mampumendiseminasikan ilmu dan teknologi terapanbidang perikanan dan kelautan yang bermanfaat bagi masyarakat,
  6. Manajemen internal dan pelayanan pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel,
  7. Suasana akademik yang kondusif,
  8. Sistem manajemen informasi internal yang terpadu dan terkelola dengan baik.
  9. Kuantitas dan kualitas kegiatan dan pelayanan kemahasiswaan meningkat.
  10. Sistem penjaminan mutu yang berkualitas dan berkesinambungan.
  11. Program studi jenjang S1, S2 dan S3 yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholder.
  12. Kerjasama dengan lembaga mitra meningkat.

 

BAB III

KONDISI INTERNAL, EKSTERNAL DAN ANALISIS SWOT

 

A.     Kondisi Internal

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dimaksudkan untuk menghasilkan seorang lulusan unggul yang memiliki kriteria sebagai COMPLETE  (Communicator, Professional, Leader, Enterpreneur, Thinker, Educator) dan berbudi pekerti luhur serta berjiwa Pancasila yang mampu melaksanakan penelitian untuk menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi, publikasi ilmiah, dan HaKI yang berkualitas serta mampu mendiseminasikan teknologi terapan bidang perikanan dan kelautan yang bermanfaat pada masyarakat.

Tingkat kompetisi untuk masuk FPIK pada tahun 2011/2012 adalah 165 %. Pendaftar berasal dari berbagai provinsi, hal ini mengindikasikan bahwa FPIK telah dikenal di seluruh wilayah Indonesia. Rasio dosen mahasiswa di FPIK bervasiasi berdasarkan program studinya. Rasio terbesar terjadi pada PS THP dan terkecil terjadi pada PS IK. Rasio antara dosen dan  mahasiswa di FPIK adalah sebagai berikut.

Tabel 3.1. Rasio Dosen dan Mahasiswa FPIK

Program Studi

Jumlah Dosen

Jumlah Mahasiswa

Rasio  Dosen:Mahasiswa

PS. MSP

25

383

1:15

PS. BDP

24

350

1:15

PS. PSP

21

346

1:16

PS. THP

17

354

1:21

PS. IK

43

430

1:10

PS. OSE

25

339

1:14

Jika mengacu pada pedoman yang ada, dimana rasio dosen dan mahasiswa sebasar 1:20 (untuk eksakta), maka secara umum hanya PS THP yang rasionya di bawah standar. Pada 3-5 tahun yang akan datang, rasio dosen mahasiswa akan mengalami penurunan, karena sebagian dosen senior akan masuk masa purna tugas. Pada PS. MSP, jumlah dosen yang pensiun sebanyak 10 orang, PS. BDP sebanyak 2 orang, PS. PSP sebanyak 2 orang dan PS. THP sebanyak 4 orang.  Dengan demikian, rasio dosen mahasiswa pada lima tahun yang akan datang, dengan asumsi daya tamping setiap program studi adalah sama (110 mahasiswa), jika tidak melakukan rekrutmen dosen baru adalah sebagai berikut.

Tabel 3.1. Rasio Dosen dan Mahasiswa FPIK

(asumsi daya tampung PS sebesar 110 mahasiswa)

Program Studi

Jumlah Dosen

Jumlah Mahasiswa

Rasio  Dosen:Mahasiswa

PS. MSP

15

440

                29

PS. BDP

22

440

                20

PS. PSP

19

440

                23

PS. THP

14

440

                31

PS. IK

41

440

                11

PS. OSE

25

440

                18

Dari gambaran di atas, makapada masa lima tahun yang akan dating, ada 3 program studi yang akan mengalami penurunan drastis, yaitu PS. MSP (1:29), PS. PSP (1:23) dan PS. THP (1:31). Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius, dan perlu segera dilakukan rekrutmen tenaga dosen baru, sehingga pada 5 tahun yang akan datang dapat menggantikan peran dosen senior yang purna tugas.

Kurikulum program studi di lingkungan FPIK ditinjau setiap lima tahun sekali, sedangkan silabus dan isi perkuliahan diperbaharui pada setiap tahun dengan mengikuti perkembangan kebutuhan pasar tenaga kerja dan tren perkembangan IPTEK bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan. Revisi dan penyesuaian ini melibatkan alumni, dosen, mahasiswa, tokoh masyarakat dan orang-orang yang berkepentingan terhadap FPIK, sehingga akan menghasilkan kurikulum yang berbasis pada kebutuhan pasar dan perkembangan IPTEK.

Secara keseluruhan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatn Universitas Diponegoro, memiliki fasilitas gedung yang tersebar di Kampus Tembalang (5 gedung lantai 3 dan 1 gedung satu lantai), di LPWP Jepara (empat gedung dan 7 unit rumah dinas), dan Kampus Teluk Awur (ruang kelas, laboratorium, mess mahasiswa, dan rumah dinas).

Pemanfaatan gedung-gedung tersebut meliputi Ruang kuliah seluas 1.638 m2; Laboratorium seluas 2 233 m2; Perpustakaan seluas 400 m2; Ruang Dosen seluas 752 m2; Ruang kantor dan Administrasi seluas 493 m2 dan lainnya seluas 90 m2.   Maka Rasio untuk ruang akademik maupun administrasi adalah 1:0,8 dan peruntukan untuk mahasiswa 1 m / mahasiswa.

Gedung yang tersedia untuk perkuliahan di Kampus Tembalang (788 m2); Teluk Awur  (333 m2); LPWP Pantai Kartini (162 m2). Ruang Dosen di Tembalang (556,4 m2); Teluk Awur (280 m2);  Ruang Seminar/Rapat di  Tembalang ( 1000 m2) dan Teluk Awur 400 m2.

Kampus LPWP Pantai Kartini dilengkapi pula mess mahasiswa dan perumahan untuk staf dosen/karyawan. Di kampus ini juga tersedia laboratorium yang berhubungan dengan biologi laut, ekologi laut, penangkapan, budidaya laut, serta untuk penelitian tugas akhir mahasiswa maupun penelitian staf pengajar. Berdasarkan uraian di atas, dari sisi jumlah sarana yang tersedia cukup banyak, namun pada sisi yang lain menjadi beban dalam pengelolaannya, karena tersebar di tiga lokasi yang jaraknya cukup berjauhan. Fasilitas yang efektif dimanfaatkan terutama fasuilitas yang berada di kampus Tembalang, sedangkan kampus Jepara (Kartini dan Teluk Awur) kurang optimal, karena kendala pembiayaan. Fasilitas pembelajaran di kampus Jepara tersebut sebagian besar telah rusak akibat keterbatasan pendanaan untuk perawatan dan pembaharuan peralatan.

Suasana akademik di FPIK masih perlu terus ditingkatkan. Penyediaan teknologi informasi seperti internet, sudah cukup baik, sehingga dosen dan mahasiswa mudah untuk mengakses untuk mendapatkan informasi akademik, referensi dan komunikasi melalui dunia maya.

Sistem Informasi dilakukan dengan pengembangan data basis mahasiswa untuk pengelolaan akademik ( KRS, KHS, EPSBED, Lulusan dan Alumni Tracer ), sarana prasarana (laboratoris, akademis dan penunjang), kemahasiswaan (beasiswa, softskill, Alumni Tracer) serta pengembangan (kerjasama, sosialiasi dan diseminasi, serta publikasi).

Kegiatan belajar mengajar berlangsung sejak pukul 08.00 sampai 16.00 tanpa jeda istirahat, sebagai akibat masih kurangnya ruang kelas.

Fasilitas laboratorium juga belum mampu memenuhi kebutuhan untuk penyelenggaraan proses belajar mengajar yang ideal. Banyak mata kuliah yang kegiatan praktikumnya diselenggarakan di luar kampus, sehingga mengganggu kegiatan perkuliahan mata kuliah lain.

Selain kemampuan akademis, mahasiswa juga dituntut melakukan pengembangan soft skill melalui Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK). Kegiatan ekstra kurikuler kemahasiswaan terutama diselenggarakan pada hari Sabtu, bahkan kadang-kadang hari Minggu.

Sistem Penjaminan Mutu dilakukan berdasarkan Keputusan Rektor melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP2MP). FPIK telah membentuk lembaga penjaminan mutu secara terintegrasi. Pada tingkat Fakultas dibentuk Tim Penjamin Mutu Fakultas (TPMF), dan pada tingkat program studi dibentuk GPM yang dikoordinasikan oleh seorang koordinator.

 B.   Lingkungan Eksternal

Kehadiran suatu lembaga pendidikan tinggi di tengah masyarakat yang dapat melepaskan diri dari faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan perguruan tinggi tersebut. FPIK-UNDIP Semarang sebagai salah satu fakultas di UNDIP tidak dapat lepas dari berbagai faktor eksternal yang melingkupinya.

 

1.  Kebutuhan Pasar Terhadap Lulusan FPIK.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan laut sebagai sumber ekonomi yang penting serta komitmen pemerintah terhadap pengelola lingkungan laut dengan dibentuknya Departemen Perikanan dan Kelautan telah membuka peluang usaha dalam berbagai bidang, mulai dari eksplorasi, budidaya, penangkapan, pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana laut, wisata bahari, dan lain sebagainya. Hal ini menjadikan lulusan FPIK banyak dibutuhkan, baik sebagai PNS, swasta maupun enterpreneur bidang perikanan dan kelautan.

Perkembangan usaha dan jasa konsultan di bidang perikanan dan kelautan juga mengalami peningkatan dari sekitar 400 orang/tahun pada tahun 2005 menjadi 600 orang/tahun pada tahun 2011 (INKINDO, 2011). Merebaknya wisata bahari baik berupa snorkeling, diving, fishing ataupun yang sekedar menikmati indahnya laut juga berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan tanaga ahli lulusan FPIK. Disisi yang lain, berbagai permasalahan seperti  global warming, tsunami, pencemaran laut, kerusakan wilayah pesisir dan lain-lain yang terkait dengan laut, semakin mendorong kehadiran Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Paparan di atas memberikan indikasi bahwa menjadi harapan dan sekaligus tantangan bagi FPIK UNDIP untuk dapat menyelenggarakan pendidikan sehingga mampu berperan dalam penyediaan tenaga kerja di bidang perikanan dan kelautan.  Berkaitan dengan peluang kerja bagi lulusannya, maka animo masyarakat yang masuk ke FPIK juga cukup tinggi hingga mencapai 1.636 calon mahasiswa pada tahun 2011.

 

2.  Lingkungan Masyarakat.

Berdasarkan data 4 tahun terakhir, mahasiswa FPIK Undip bersasal dari berbagai provinsi baik dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Lombok hingga Irian.Meskipun domikian, asal mahasiswa yang paling dominan adalah berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Tingkat ekonomi mahasiswa sangat beragam mulai dari ekonomi lemah hingga dari keluarga yang tergolong ekonomi menengah.

 

3.  Lingkungan Kompetitor.

FPIK-UNDIP Semarang saat ini terdiri dari 2 jurusan dan enam program studi. Di seluruh Indonesia saat ini terdapat 58 Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan/program studi perikanan dan ilmu kelautan, baik Perguruan Tinggi negeri maupun swasta. Perguruan Tinggi ini ke depan merupakan kompetitor yang perlu di waspadai.

 

4.  Lingkungan Makro.

Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan lebih dari 70% wilayahnya adalah perairan, merupakan fakta bahwa Indonesia memiliki potensi sumberdaya hayati laut yang besar. Pemanfaatan sumberdaya perikanan Indonesia saat  ini diperkirakan sudah berlebih, terutama perairan laut di daerah yang berpenduduk padat, seperti Laut Jawa, Laut Cina Selatan, Samudera Hindia bagian barat, Selat Makasar dan sebagainya, dan hanya sebagian perairan Indonesia bagian timur dan laut dalam yang diduga pemanfaatannya masih dapat diitingkatkan serta perlu terus dilakukan eksplorasi, terutama untuk sumberdaya hayati laut yang memiliki potensi farmakologi dan kesehatan. Lebih tangkap sumberdaya perikanan juga terjadi pada tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan dunia. Disamping masalah over-exploitasion, fenomena pemanasan global, kriisis ekonomi dunia, pencemaran dan degradasi sumberdaya wilayah pesisir, juga merupakan fenomena yang perlu diperhatikan pengaruhnya terhadap perikanan dan kelautan

Pada sisi lain, masyarakat dunia cenderung mengalami perubahan pola makan, yakni dari konsumsi daging merah (hewan) ke daging putih (ikan) yang dinilai lebih aman bagi kesehatan. Hal tersebut merupakan potensi pasar yang luas bagi produk-produk perikanan Indonesia.

 

C.     Analisis SWOT

1. Isu Strategis

Berdasarkan uraian di atas, maka isu strategis yang dapat diambil untuk menyusun analisis SWOT adalah sebagai berikut:

Eksternal

Peluang

  • Daya serap dan permintaan tenaga kerja dari sektor perikanan dan kelautan meningkat dengan ekspektasi perbaikan perekonomian.
  • Eksplorasi dan eksploitasi potensi sumberdaya hayati laut secara berkelanjutan, serta adanya fenomena global warming dan sea level rise, membutuhkan banyak tenaga ahli dalam bidang perikanan dan kelautan.
  • Adanya instansi pemerintah dan swasta bidang Perikanan dan Kelautan di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi,
  • Animo dan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pendidikan tinggi cenderung meningkat,
  • Terbuka akses untuk menjalin kerjasama dan kemitraan dengan lembaga dan  perguruan tinggi asing,
  • Adanya komitmen yang nyata dari Pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia sehingga bertaraf Internasional.

Ancaman

  • Degradasi sumber daya ikan serta lingkungan pesisir dan laut yang semakin tinggi,
  • Meningkatnya jumlah perguruan tinggi bidang perikanan dan kelautan,

Internal

Kekuatan

  • Memiliki alumni yang banyak (lebih dari 5000) dan tersebar di berbagai tempat.
  • Komitmen yang tinggi untuk meningkatkan efektifitas tata kelola dan pembenahan organisasi.
  • Rerata Indeks Prestasi Kumulatif lulusan FPIK-UNDIP di atas 3, dan dinilai berkualitas oleh pengguna,  
  • FPIK-UNDIP memiliki media jurnal ilmiah terakreditasi,
  • Memiliki jaringan kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, lembaga non-pemerintah/ swasta, baik dari dalam dan luar negeri.
  • Jumlah dan jenis unit kegiatan kemahasiswaan (UKK)  banyak dan beragam.

 

Kelemahan

  • Proses pembelajaran belum ideal, sehingga masa studi mahasiswa masih lebih dari 4 tahun,
  • Fasilitas ruang kelas dan laboratorium masih kurang,
  • Dana masih terbatas,
  • Belum semua UKK berkegiatan dengan baik dan berkualitas.

Tabel 1. Matriks Analisa SWOT

 

Kekuatan (S)

Kelemahan (W)

 

·      Memiliki alumni yang banyak (lebih dari 5000) dan tersebar di berbagai tempat.

·      Komitmen yang tinggi untuk meningkatkan efektifitas tata kelola dan pembenahan organisasi.

·      Rerata Indeks Prestasi lulusan lebih besar dari 3, dan dinilai berkualitas oleh pengguna,  

·      memiliki jurnal ilmiah terakreditasi

·      Memiliki jaringan kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan, penelitian, lembaga pemerintah, lembaga non-pemerintah/ swasta, baik dari dalam dan luar negeri.

·      Jumlah dan jenis UKK  banyak dan beragam

·       Proses pembelajaran belum ideal sehingga rerata masa studi mahasiswa masih lebih dari 4 tahun.

·       Fasilitas jumlah ruang kelas dan laboratorium masih kurang,

·       Dana masih terbatas.

·       Belum semua UKK berkegiatan dengan baik dan berkualitas

.

 

PELUANG (O)

Strategi S-O

Strategi W-O

·       Daya serap dan permintaan tenaga kerja dari sektor perikanan dan kelautan meningkat dengan ekspektasi perbaikan perekonomian.

·       Eksplorasi dan eksploirasi potensi sumberdaya Perikanan dan Kelautan yang berkelanjutan, serta adanya fenomena Global warming dan sea level rise sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja ahli dalam bidang perikanan dan kelautan.

·       Adanya instansi Pemerintah dan swasta di Bidang Perikanan dan Kelautan di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi.

·       Animo dan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pendidikan tinggi cenderung meningkat.

·       Terbuka akses untuk menjalin kerjasama dan kemitraan dengan instansi dan  perguruan tinggi asing

·       Adanya komitmen dari Pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

·       Tersedianya skim pendanaan PKM

1.Memanfaatkan potensi alumni dan jejaring kerjasama yang luas dalam memanfaatkan peluang pasar kerja,

2.Meningkatkan kompetensi  lulusan untuk memanfaatkan peluang kerja,

3.Memanfaatkan animo dan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan tinggi dengan meningkatkan promosi,

4.Meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa dengan mengoptimalkan jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi asing, dan komitmen pemerintah.

1.   Mengoptimalkan jejaring kerja, untuk menunjang PBM (penelitian dan praktikum) agar dapat memperpendek masa studi mahasiswa

2.   Mengoptimalkan jejaring kerja sama dan komitmen pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kelas dan laboratorium.

3.   Meningkatkan pembinaan kemahasiswaan agar mampu bersaing meraih pendanaan PKM

4.   Mengoptimalkan jejaring kerja sama dan komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu kegiatan kemahasiswaan.

 

ANCAMAN (T)

STRATEGI S-T

STRATEGI W-T

·       Animo peminat/calon mahasiswa pada bidang perikanan dan kelautan cenderung menurun

·       Degradasi Sumber Daya Ikan serta lingkungan pesisir dan laut yang semakin tinggi

·        Semakin bertambahnya perguruan tinggi bidang perikanan dan kelautan

1.Meningkatkan peran alumni dan jejaring kerjasama untuk mempromosikan FPIK,

2.Meningkatkan mutu dan jumlah penelitian serta publikasi ilmiah untuk itu mengatasi permasalah degradasi SDI dan lingkungan pesisir/laut,

3.Meningkatkan kompetensi dosen dan lulusan untuk mendukung daya saing institusi,

4.Meningkatkan efektifitas tata kelola dan pembenahan organisasi,

5.Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas kegiatan UKK.

 

1.   Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar untuk memperkuat daya saing/ daya tarik institusi

2.   Meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma PT

3.   Memperkecil rasio dosen – mahasiswa dengan rekrutmen dosen baru, sesuai komtensi yang dibutuhkan.

 

 Berdasarkan analisis SWOT terhadap faktor internal dan eksternal, maka disusun  strategi pengembangan FPIK periode 2011-2015 sebagai berikut :

Strategi S-O

1)  Memanfaatkan potensi alumni dan jejaring kerjasama yang luas dalam memanfaatkan peluang pasar kerja,

2)  Meningkatkan kompetensi  lulusan untuk memanfaatkan peluang kerja,

3)  Memanfaatkan animo dan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan tinggi dengan meningkatkan promosi,

4)  Meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa dengan mengoptimalkan jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi asing, dan komitmen pemerintah.

 

Strategi W-O

1)    Mengoptimalkan jejaring kerja, untuk menunjang PBM (penelitian dan praktikum) agar dapat memperpendek masa studi mahasiswa

2)  Mengoptimalkan jejaring kerja sama dan komitmen pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kelas dan laboratorium.

3)      Meningkatkan pembinaan kemahasiswaan agar mampu bersaing meraih pendanaan PKM

4)  Mengoptimalkan jejaring kerja sama dan komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu kegiatan kemahasiswaan.

 

Strategi S-T

1)     Meningkatkan peran alumni dan jejaring kerjasama untuk mempromosikan FPIK,

2)     Meningkatkan mutu dan jumlah penelitian serta publikasi ilmiah untuk itu mengatasi permasalah degradasi SDI dan lingkungan pesisir/laut,

3)     Meningkatkan kompetensi dosen dan lulusan untuk mendukung daya saing institusi,

4)     Meningkatkan efektifitas tata kelola dan pembenahan organisasi,

5)     Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas kegiatan UKK.

 

Strategi W-T

1)    Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar untuk memperkuat daya saing/daya tarik institusi

2)    Meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma PT

3)    Memperkecil rasio dosen – mahasiswa dengan rekrutmen dosen baru, sesuai komtensi yang dibutuhkan.

 

2. Tujuan Strategis 2013-2016

 

1)  Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan memperkuat daya saing,

2)  Meningkatkan fasilitas ruang kelas dan laboratorium

3)  Meningkatkan efektifitas tata kelola dan pembenahan organisasi

4)  Memperkecil rasio dosen – mahasiswa dengan rekrutmen dosen baru yang kompeten

5)  Mengoptimalkan jejaring kerja sama dan komitmen pemerintah untuk meningkatkan Tri Dharma PT

6)  Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas kegiatan UKK

 

                                                                                         

3. Faktor-Faktor Pendukung Keberhasilan

1)    PIP UNDIP adalah  coastal region eco-development sehingga FPIK memiliki posisi strategis,

2)    Kebanggaan dan rasa memiliki alumni terhadap almamater,

3)    Fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah dikembangkan,

4)    Program Studi yang sudah terakreditasi,

5)    Jejaring kerjasama dengan berbagai institusi, baik dalam maupun luar negeri.

6)    Adanya komitmen yang nyata dari Pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

 

4. Strategi Umum

1)    Manajemen berbasis kinerja

2)    Efisiensi pemanfaatan sumber daya

3)    Keterpaduan dalam pelaksanaan kegiatan.

4)    Optimalisasi pemantapan teknologi informasi dan komunikasi

 

BAB IV

STRATEGI PENGEMBANGAN

Untuk mengantisipasi isu-isu strategi maka perlu dirumuskan strategi pengembangan FPIK sebagai berikut:

4.1.   Bidang I:

1.         Meningkatkan mutu penyelenggaraan pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi

2.         Mengoptimalkan fungsi dan peran lembaga penjaminan mutu untuk mendukung terselenggaranya PBM yang akuntabel.

3.         Merumuskan penelitian unggulan yang sesuai dengan Rencana Induk Penelitian Universitas.

4.         Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian, publikasi ilmiah (nasional/internasional, buku ajar, desain/rancang bangun dan HaKI.

5.         Meningkatkan muatan kewirausahaan, kepemimpinan, dan kerja tim dalam isi matakuliah (course content).

6.         Meningkatkan mutu pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemanfaatan potensi sumberdaya lokal untuk memacu pembangunan pedesaan berkelanjutan.

 

4.2.   Bidang II:

1.         Meningkatkan kemampuan SDM baik dosen maupun tenaga kependidikan.

2.         Mingkatkan sarana dan prasarana pendidikan, baik ruang kelas, ruang laboratorium maupun peralatannya.

3.    Meningkatkan aksesbilitas dan efisiensi fasilitas pembelajaran dengan mengembangkan prinsip pemanfaatan fasilitas bersama (resource sharing).

4.         Meningkatkan efektifitas tata kelola dan pembenahan organisasi.

 4.3.   Bidang III:

1.         Meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa untuk mencapai lulusan yang memiliki kualifikasi COMPLETE.

2.         meningkatkan aktivitas mahasiswa yang berkualitas.

3.        Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berorganisasi dan kepemimpinan melalui himpunan mahasiswa, Badan Eksekutif mahasiswa dan UKK.

4.         Mengembangkan minat mahasiswa melalui kegiatan lomba dan kompetisi lain di tingkat daerah, nasional, dan internasional.

Bidang IV:

1.Meningkatkan dan mengoptimalkan jejaring kerja sama dan program kompetitif guna penggalian dana untukpengadaan peralatan laboratorium.

2.        Meningkatkan kapasitas teknologi informasi untuk mendukung pe3laksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

3.        Mengembangkan model kerjasama yang berorientasi pada cita-cita bersama antara fakultas dengan pihak lain.


BAB V

STRATEGI PEMBIAYAAN

 

Pendanaan bagi FPIK UNDIP disusun dengan mengacu pada aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dalam lima tahun ke depan, pelaksanaan program-program pembangunan fakultas masih akan menghadapi berbagai keterbatasan sumberdaya, baik sarana-prasarana, ketenagaan, maupun anggaran, baik dari APBN maupun APBD. Permasalahan pendanaan tersebut akan semakin suliat pada awal diterapkannya tarif tunggal biaya pendidikan. Oleh karena itu, strategi pembiayaan disusun untuk menyiasati keterbatasan sumberdaya tersebut agar pelaksanan program pembangunan fakultas dapat berjalan dalam pencapaian tujuan FPIK UNDIP.

Mengingat terbatasnya anggaran pemerintah untuk pendidikan tinggi, strategi pembiayaan FPIK UNDIP dalam lima tahun ke depan disusun dalam skala prioritas. Penetapan prioritas pembangunan fakultas didasarkan pada:

a.    Visi dan misi fakultas

b.    Manajemen internal, tatakelola, dan akuntabilitas

c.    Penjaminan mutu, relevansi, dan daya saing secara berkelanjutan

Peningkatan kapasitas penyelenggaraan pendidikan dalam berbagai aspek manajemen penyelenggaraan fakultas itu merupakan bagian dari strategi implementasi RENSTRA. Untuk itu, RENSTRA FPIK-UNDIP 2013-2016 harus dijabarkan oleh jurusan dan program studi sesuai dengan pembiayaan dari program-program prioritas.

Karena keterbatasan anggaran, fakultas harus bekerjasama dengan berbagai institusi, baik kementerian, BUMN, pemerintah provinsi, Kabupaten/Kota, pihak swasta. Untuk menutupi kesenjangan pendanaan, fakultas harus memperhitungkan sumber-sumber pendanaan lain yang mungkin dapat diupayakan, seperti bantuan luar negeri (donor) dan kontribusi masyarakat melalui skema kerja sama. Semua kemungkinan skenario pembiayaan tersebut harus tertuang dalam dokumen anggaran fakultas sesuai dengan aturan yang berlaku.

5.1 Fungsi Pembiayaan

Pembiayaan program disusun dalam rangka melaksanakan kebijakan fakultas dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Pembiayaan fakultas, dalam kurun waktu 2013-2016, disusun dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:

a.    Pencapaian visi dan misi

b.    Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik

c.    Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing secara berkelanjutan

d.    Perluasan dan pemerataan pendidikan

5.1.1.  Pencapaian visi dan misi

Visi dan misi fakultas merupakan salah satu pijakan utama dalam setiap langkah dan kebijakan fakultas. Sehingga semua program yang mengarah kepada pencapaian visi dan misi tersebut akan terus diusahakan untuk dibiayai, walaupun akan sangat tergantung dari ketersediaan dana. Skala prioritas akan dipergunakan dalam pengalokasian dana, mengingat bahwa dalam rangka mencapai visi tersebut akan melibatkan banyak pihak dan aspek.

5.1.2.  Penguatan tatakelola dan akuntabilitas

Pengelolaan program yang dilaksanakan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro merupakanpengelolaan terpadu dan berkelanjutan untuk melaksanakan program pembelajaran sesuai dengan jatidiri, integritas fakultas serta universitas. Pengelolaan dilaksanakan secara trasparan sehingga dapat dipertanggung jawabkan akuntabilitasnya. Oleh karena itu, pendanaan terhadap pengelolaan juga dilakukan secara terbuka dengan sumber dana yang dapat dipertanggung jawabkan dari berbagai sumber.

5.1.3. Peningkatan mutu, relevasi dan daya saing secara berkelanjutan

  Disamping pembiayaan rutin terkait dengan penyelenggaraan pendidikan melalui tata kelola, maka akan diusahakan  pembiayaan untuk proses peningkatan mutu, relevansi dan daya saing secara berkelanjutan. Bentuk kegiatan yang didanai dalam hal ini termasuk didalamnya adalah kegiatan promosi, peningkatan mutu dosen dan tenaga kependidikan, peningkatan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik ditinjau dari proses maupu luarannya, updating SAP, silabus dan kurikulum, updating dokumen mutu serta kegiatan yang terkait dengan peningkatan daya saing.

 

5.1.4. Perluasan dan pemerataan pendidikan

Bantuan pemerintah daerah sangat membantu untiversitas dalam mengelola sumber daya fakultas untuk mendukung keberhasilan peningkatan akses atau perluasan dan pemerataan pendidikan

5.2.    Rencana Pembiayaan

Rencana pembiayaan yang akan dijelaskan mencakup pendanaan untuk pembiayaan program pembangunan FPIK secara keseluruhan. Pembiayaan menggunakan pendekatan ideal untuk dapat memberikan gambaran besarnya anggaran yang diperlukan untuk membangun fakultas yang bermutu, sesuai dengan strategi pengembangan fakultas, yaitu daya saing bangsa, otonomi dan kesehatan organisasi. Hal ini dilakukan agar mencapai standar nasional pendidikan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, seperti standar pengelolaan, standar kompentensi, standar sarana/prasarana, dan standar evaluasi. Rencana pembiayaan pembangunan universitas dan program prioritas sampai tahun 2010 adalah sebagai berikut.

5.2.1.  Pembiayaan Pembangunan Fakultas

Pembiayaan pembangunan fakultas bersumber pada APBN, APBD dan dana masyarakat. Perhitungan biaya investasi didasarkan pada kebutuhan untuk menjamin terselenggaranya pelaksanaan rencana strategis tersebut di atas. Seperti telah disinggung di depan, baik biaya operasional maupun biaya investasi dihitung sesuai dengan komitmen pemerintah untuk mengupayakan pencapaian standar pendidikan tinggi. Hal ini berarti proyeksi pembiayaan telah memperhitungkan optimalisasi penggunaan dana pemerintah dan kontribusi masyarakat yang berorientasi pada peningkatan mutu manajemen, termasuk proporsi kontribusi masyarakat/pemerintah (non-government/government shares) yang makin tinggi pada universitas. Proyeksi juga telah memperhitungkan pengaruh variable ekonomi makro serta perubahan kebijakan pemerintah terkait dengan pembayaran tarif tunggal.

Untuk mengetahui kemungkinan pemenuhan kekurangan dana, sumber-sumber dana yang dapat diperhitungkan di luar pemerintah ialah tambahan pembiayaan dari pemerintah daerah, masyarakat, dan donor luar negeri.

5.2.2.  Rencana Pembiayaan Program Prioritas

Setiap program pembangunan fakultas yang tercantum dalam RENSTRA  memiliki tingkat prioritas yang berbeda. Prioritas anggaran, selain ditentukan untuk mengatasi masalah yang mendesak, juga dimaksudkan untuk melanjutkan upaya yang telah dilakukan sebelumnya dalam mengembangkan dasar-dasar bagi pencapaian tahapan berikutnya, sesuai rencana pembangunan fakultas. Prioritas program dijabarkan lebih lanjut dalam kegiatan strategis sesuai dengan kebijakan FPIK-UNDIP. FPIK-UNDIP telah menetapkan 7 program strategis, yaitu: 1) meningkatkan kualitas proses belajar mengajar untuk meningkatkan kualitas lulusan dan memperkuat daya, 2) meningkatkan fasilitas ruang kelas dan laboratorium serta peralatannya, 3) meningkatkan efektifitas tata kelola dan pembenahan organisasi, 4) memperkecil rasio dosen – mahasiswa dengan rekrutmen dosen baru yang kompeten, 5) mengoptimalkan jejaring kerja sama dan komitmen pemerintah untuk meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma PT, 6) meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas kegiatan UKK.

 

 BAB VI

PENUTUP

Implementasi rencana strategis dalam rangka pencapaian tujuan dan keadaan yamg diinginkan, membutukan dukungan sumberdaya baik berupa dana maupun fasilitas-fasilitas sesuai dengan kelompok kegiatan dalam setiap program. Penyusunan program dan penganggaran dilakukan dengan menerapkan sistem perencanaan melalui suatu mekanisme yang berlaku di lingkup Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi atau dikenal dengan Sistem Perencanaan Program dan Penganggaran (SP4).

RENSTRA ini dijabarkan dalam tujuan, sasaran, indikator, strategi, dan program, yang diturunkan menjadi kegiatan-kegiatan prioritas yang disesuaikan dengan Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL).

RENSTRA ini berjangka waktu lima tahun yang berfungsi sebagai pedoman bagi penyusunan Rencana Operasional Tahunan (RENOP), Prencanaan dan Pengukuran Kerja Tahunan, dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang memuat program dan kegiatan yang lebih rinci, disusun tersendiri tanpa menyimpang dari ketentuan yang ditetapkan dalam RENSTRA.

 

alat bantu sex alat bantu sex jual alat bantu sex alat bantu sex pria alat bantu sex wanita obat pembesar penis pembesar penis jual vimax vimax herbal